Viral Kedai Kopi Keliling, Apa Bedanya Dengan “Starling”?

Sobat Pajak | 2023-22-06 17:17:37 | 8 months ago
article-sobat-pajak

Indonesia - Mungkin biasa nya Sobat membeli kopi kekinian di coffee shop, tapi pernahkan Sobat membeli kopi kekinian di penjual keliling pinggir jalan? Mungkin Sobat sudah pernah mendengar ‘Jago Coffee’ yang merupakan kedai kopi keliling viral karena menjual kopi kekinian dengan beragam menu yang dijual dengan gerobak kopi keliling.  

Konsep ini ternyata sudah menjadi tren popular di kalangan masyarakat karena dianggap lebih memberikan fleksibilitas serta aksesibilitas kepada pelanggan dengan sistem ready to drink. Dimana target nya adalah tempat – tempat sibuk yang padat seperti perkantoran. Dengan konsep seperti itu, Jago Coffee dapat meraih target pasar yang luas didukung dengan tren minum kopi kekinian yang sudah merambat hingga seluruh kalangan usia.  

 

Apa Bedanya Dengan ‘Starling’? 

Lalu, apa dong bedanya dengan Starling? Seperti yang diketahui, Starling sudah sangat dikenal diantara masyarakat. Istilah “Starling” yang muncul dari Starbuck Keliling ini juga cukup diminati oleh masyarakat. Walaupun sama – sama menggunakan kendaraan roda 2 untuk pengoperasiannya, akan tetapi konsep dari Jago Coffee ini sedikit berbeda dengan starling. Produk yang ditawarkan oleh Starling biasanya adalah kopi atau minuman sachet, sedangkan Jago Coffee menjual menu – menu kopi kekinian. Selain itu, target market dari keduanya juga berbeda. Jago Coffee menargetkan para pekerja kantoran yang tidak memiliki banyak waktu untuk memesan kopi. Sedangkan, starling menargetkan kalangan menengah kebawah dan biasanya menjadi idola bagi para pekerja kasar karena harga nya yang cenderung sangat terjangkau.  

 

Berdirinya Jago Coffee  

Jago Coffee didirikan pada tahun 2019 silam yang tidak disadari oleh Yoshua akan berjalan di tengah – tengah masa pandemi. Konsep ‘kopi keliling’ dari Jago Coffee ini ternyata memberikan keunikan dalam industri kopi yang bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat karena hadir secara fleksibel di berbagai lokasi dan merangkul berbagai konsumen.  

Hal ini terbukti karena permintaan akan Jago Coffee yang hadir diberbagai kota terus meningkat. Sehingga saat ini Jago Coffee membuat gebrakan baru bagi mobile coffee chain yang sudah tersedia di beberapa wilayah.   

 

Konsep Jago Coffee 

Jago Coffee sudah mendirikan konsep mobile coffee chain sejak tahun 2019 akhir. Walaupun tidak membuka franchise, Jago Coffee memberikan kesempatan bisnis berupa kemitraan bagi hasil, dimana setiap mitra akan dipinjamkan sarana berwirausaha berupa sepeda kargo listrik untuk menyajikan produk – produk nya. 

Skema kemitraan bagi hasil ini berhasil membuat Jago Coffee ikut membantu setiap individu yang ingin mencoba membuka usaha khususnya di bidang kafe mikro dengan menyediakan sarana berwirausaha yang efisien serta meminimalkan risiko investasi awal.   

 

Yoshua Tanu, Sosok Dibalik Jago Coffee 

Jika biasanya konsep dari bisnis kopi kekinian adalah dengan konsep delivery, maka Jago Coffee menjadi pencetus konsep unik satu ini. Dengan konsep baru dunia kopi kekinian yaitu ready to drink membuat Jago Coffee banyak digemari oleh berbagai orang diberbagai kalangan.  

Yoshua Tanu adalah CEO sekaligus Co-Founder dari Jago Coffee ternyata berlatar belakang pendidikan bidang Ekonomi Manajerial di University of California. Diketahui, sebelum menggeluti dunia kopi ini, Yoshua sempat bekerja di sektor perbankan. Yoshua juga mengungkapkan bahwa dirinya telah membuat sejumlah brand selama 12 tahun terjun di dunia kopi ini.  

Selain itu, Yoshua Tanu juga diketahui pernah memenangkan Indonesia Barista Championship pada 2017 lalu didukung dengan usaha nya dalam mempelajari dan mendalami dunia kopi. Keberhasilan tersebutlah yang membentuk dan menguatkan kepercayaan dirinya dalam menunjukkan kualitas dari penyajian kopi nya.  

 

Nah, konsep ini bisa Sobat jadikan sebagai inspirasi Sobat dalam memulai atau menjalankan bisnis nih! Apalagi jika Sobat memiliki atau tertarik dalam industri kopi.  

 Jika Sobat ingin mencari informasi lainnya terkait UMKM, perpajakan, dan berita terkini, silahkan kunjungi website kami di Sobat Buku dan Sobat Pajak, atau melalui media sosial kami di Instragram dan Facebook. 

Article is not found
Article is not found