Mengenal Istilah-Istilah dalam Laporan Keuangan

Sobat Pajak | 2022-13-12 18:06:00 | 2 years ago
article-sobat-pajak

Indonesia - Bagi para pelaku bisnis, tentu penting untuk bisa memahami istilah-istilah dalam laporan keuangan bisnis karena dapat membantu pebisnis mengetahui perkembangan usaha dan mengetahui besar pendapatan dan pengeluaran dari usaha yang  dijalani.

Istilah – Istilah dalam Laporan Keuangan yang Wajib Sobat Ketahui

  1. Pembukuan

Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-17/PJ/2015 mengungkapkan bahwa yang wajib menyelenggarakan pembukuan adalah

  • Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya dalam satu tahun sebesar atau lebih dari Rp 800 Juta
  • Wajib Pajak Badan

 

  1. Pencatatan

Pencatatan adalah pengumpulan data secara teratur tentang peredaran atau penerimaan bruto dan/atau penghasilan bruto sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang, termasuk penghasilan yang bukan objek pajak dan/atau yang dikenai pajak yang bersifat final. Pencatatan wajib diselenggarakan oleh:

  • Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya dalam satu tahun kurang dari Rp4.8 M
  • Wajib Pajak orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.

 

  1. Jurnal Umum (General Ledger)

Jurnal umum adalah sebuah jurnal yang digunakan untuk mencatat berbagai aktivitas transaksi keuangan dari sebuah bisnis atau usaha dalam periode tertentu untuk memudahkan pengelolaan keuangan internal dan eksternal. Pebisnis harus memantau saldo akun, kredit, dan debit, yang kemudian digunakan untuk mendapatkan gambaran besar dari keseluruhan bisnis Sobat.

 

  1. Aktiva (Asset)

Aktiva adalah kepemilikan aset, harta, dan kekayaan yang menunjang kegiatan perusahaan dan dapat ditukar dalam bentuk uang tunai. Seluruh aset perusahaan merujuk pada sumber daya, baik fisik maupun non-fisik yang didapatkan secara transaksional dan timbul dari aktivitas masa lalu. Terdapat 2 jenis dua kategori aktiva yaitu, lancar dan tetap.

  • Aktiva Lancar (Current Assets)

Dapat dikonversi menjadi uang tunai dalam satu tahun. Contohnya seperti akun bisnis, stok, dan barang dagangan.

  • Aktiva Tetap (Fixed Assets)

Penggunaan aset dengan jangka panjang dan berulang tanpa bermaksud menjual, adapun contoh aktiva tetap seperti ruang kantor Sobat atau alat berat.

 

  1. Pendapatan/Penjualan/Penghasilan

Penghasilan, pendapatan, dan penjualan adalah semua istilah untuk uang yang dibayarkan orang lain kepada Sobat untuk sebuah layanan atau produk, atau investasi yang dilakukan orang lain dalam bisnis Sobat.

 

  1. Biaya Penjualan

Biaya penjualan adalah total semua pengeluaran yang dilakukan untuk membuat produk atau layanan yang telah dijual kepada pelanggan.

 

  1. Laba Kotor (Gross Profit)

Pengertian laba kotor adalah pendapatan dari penjualan. Yang mana pendapatan yang dimaksud adalah pendapatan penjualan sebelum dikurangi dengan biaya yang tidak berkaitan langsung dengan produksi (biaya overhead), gaji pegawai, pajak dan pembayaran bunga. Artinya di dalam laba kotor terdapat keuntungan sekaligus terdapat biaya untuk membuat produk atau produksi maupun biaya untuk penyediaan jasa. Jika dikaitkan dengan definisi di atas, maka laba kotor masih belum bisa disebut keuntungan murni dari penjualan.

 

  1. Laba Bersih (Net Profit)

Laba bersih adalah keuntungan perusahaan selama satu periode akuntansi, dimana hal ini mencakup semua biaya dan pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan, yang dikurangkan dari pendapatan.

 

  1. Liabilitas

Liabilitas adalah kewajiban yang dimiliki seseorang atau perusahaan yang harus dibayar berdasarkan periode tertentu, biasanya didasarkan atas nilai uang. Namun selain uang, liabilitas bisa berupa kewajiban dalam bentuk jasa, barang, atau manfaat ekonomi lainnya. Dalam pencatatan neraca, liabilitas akan dicatat di sebelah kanan atau berlawanan dengan aset.

 

  1. Beban

Dalam akuntansi, beban (expense) adalah pengurang dari pendapatan yang akan menghasilkan laba bersih dalam perusahaan sebelum pajak pada laporan laba rugi. Beban-beban juga bisa digunakan sebagai stSobatr penurunan manfaat suatu ekonomi dalam satu periode akuntansi yang berbentuk kas keluar.

 

  1. Penyusutan (Depresiasi)

Penyusutan adalah biaya yang timbul karena adanya penggunaan aset tetap yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Biaya depresiasi menjadi biaya yang ada atau muncul karena adanya penggunaan aset tetap yang dipakai secara terus menerus sehingga penurunan atau penyusutan manfaat serta kualitasnya. Contoh beberapa aset tetap (fixed asset) adalah gedung bangunan, pabrik, alat-alat mesin produksi, alat transportasi.

Pengertian depresiasi menurut akuntansi ialah suatu penyusutan yang memiliki pengaruh terhadap nilai dari suatu aset perusahaan, terutama pada aset tetap perusahaan itu sendiri. Jika penurunan nilai aset tetap semakin banyak, maka harga jual aset juga ikut menurun.

 

  1. Ekuitas

Ekuitas dapat diartikan sebagai besaran hak yang harus dikeluarkan oleh pemilik usaha terhadap harta yang dimiliki perusahaan.

Ekuitas sendiri sering disebut modal karena merupakan harta yang dikeluarkan perusahaan untuk memenuhi operasional perusahaan yang nantinya harta tersebut mengalami residu atau pengurangan karena kewajiban yang harus dibayarkan seperti hutang dan beban.

 

  1. Neraca Saldo (Trial Balance)

Dalam akuntansi, neraca saldo atau trial balance adalah laporan pembukuan atau akuntansi yang mencantumkan saldo di setiap akun buku besar umum organisasi. Jumlah saldo debet terdaftar di kolom dengan judul “Saldo debet” dan jumlah saldo kredit terdaftar di kolom lain dengan judul “Saldo kredit.” Total masing-masing dari kedua kolom ini harus sama. Jika saldo pada neraca tidak seimbang, itu menSobatkan adanya kesalahan antara jurnal dan neraca saldo.

 

  1. Neraca Keuangan (Balance Sheet)

Laporan neraca atau balance sheet adalah laporan wajib yang dibuat oleh perusahaan untuk menggambarkan kondisi finansialnya. Secara umum, dalam Neraca Keuangan terdiri dari tiga komponen utama, yaitu modal (ekuitas), kekayaan (jumlah aset), serta kewajiban (utang) dari suatu perusahaan. Bisa dikatakan, balance sheet merupakan salah satu poin utama dari penyajian keuangan perusahaan yang kegunaannya cukup krusial. Maka dari itu, perusahaan biasanya akan menggunakan laporan neraca ini sebagai acuan dasar dalam pengambilan keputusan.

 

  1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan laba rugi merupakan laporan yang menyajikan informasi pengeluaran, pendapatan, serta laba atau rugi yang dihasilkan perusahaan selama periode tertentu. Melalui laporan laba rugi ini, bisa memperlihatkan kinerja keuangan dari suatu usaha atau perusahaan. Selain itu, laporan ini juga fungsinya sebagai alat memonitor kemajuan dan kekurangan keuangan perusahaan. Biasanya, para pengusaha membuat laporan laba rugi untuk menentukan profitabilitas dan juga nilai investasi perusahaan.

Laporan ini biasanya dibuat pada akhir tahun atau akhir periode. Adanya laporan laba rugi pada sebuah perusahaan juga akan memudahkan para investor dalam membaca juga memahami kinerja dari sebuah perusahaan.

 

  1. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Pengertian laporan cash flow atau dikenal juga dengan nama laporan arus kas adalah jenis laporan keuangan yang berisi tentang informasi penerimaan dan pengeluaran kas dalam sebuah perusahaan pada periode waktu tertentu. Fungsi dari laporan ini yaitu untuk memberikan informasi serta revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya.

 

Sederhananya, laporan ini digunakan untuk melacak catatan pemasukan dan pengeluaran dari seluruh kegiatan perusahaan.

Itulah beberapa istilah-istilah yang perlu diketahui dalam laporan keuangan. Walau memang istilah-istilah terlihat sulit dipahami, namun juga Sobat sering mempelajari dan menggunakan laporan keuangan tersebut sebagai bahan analisis usaha Sobat, tentunya Sobat akan semakin menguasainya. Pemahaman yang baik mengenai laporan keuangan, tentu membantu merancang perkembangan usaha yang lebih baik kedepannya.

 

Jika Sobat ingin mencari informasi lainnya terkait UMKM, perpajakan, dan berita terkini, silahkan kunjungi website kami di Sobat Buku dan Sobat Pajak, atau melalui media sosial kami di Instragram dan Facebook

Article is not found
Article is not found