Mengenal Siklus Hidup Produk

3 months ago | Johan Budi
article-sobat-pajak

Indonesia - Sama halnya seperti makhluk hidup, dalam kegiatan pemasaran dan penjualan terdapat yang namanya siklus hidup produk. Siklus hidup produk menjadi salah satu komponen penting yang wajib diketahui dan dipahami dengan benar oleh perusahaan karena bisa dialami setiap produk yang dimiliki perusahaan.

Dilansir dari buku Manajemen Pemasaran (2020) karya Marisi Butarbutar dan kawan-kawan, siklus hidup produk merupakan tahapan proses perjalanan hidup suatu produk, mulai dari diperkenalkan kepada pasar hingga pada akhirnya hilang dari pasaran. Siklus hidup produk menjadi konsep yang penting dalam kegiatan pemasaran karena dapat memberikan gambaran yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Tak hanya itu, perusahaan bisa mengambil langkah perpanjangan umur produk dengan meingkatkan kualitas dan kuantitas.

Tahapan Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle)

Umumnya tahapan hidup suatu produk memiliki 4 tahapan, berikut penjelasan dari tiap tahap siklus hidup produk tersebut:

  • Tahap Perkenalan (Introduction)

Tahapan pertama siklus hidup produk adalah pengenalan. Sesuai dengan namanya, tahapan ini merupakan tahapan perkenalan yang menjadi cikal bakal suatu siklus hidup. Pada tahap ini, produk mulai diproduksi dari bahan baku. Hasil produksi merupakan produk atau barang baru di pasaran. Kemudian mulai dikenalkan kepada masyarakat dengan beragam strategi pemasaran. Strategi yang dibutuhkan dalam tahap ini adalah bagaimana memperkenalkan produk ke pasar. Perlu dipikirkan juga cara-cara menunjukkan nilai dan fungsi dari sebuah produk dengan tujuan menarik konsumen untuk membeli. Oleh karena itu, tahapan ini dikenal dengan tahapan yang membutuhkan cukup banyak biaya. Tidak hanya biaya produksi, tetapi juga biaya pemasaran untuk meningkatkan angka penjualan. Keuntungan yang diperoleh pun bisa jadi masih rendah dan jauh dari target.

  • Tahapan Pertumbuhan (Growth)

Tahap berikutnya adalah tahapan pertumbuhan. Tahapan ini akan menunjukkan bagaimana perkembangan produk tersebut. Bagaimana masyarakat merespon hadirnya produk ini, serta bagaimana angka penjualannya, apakah menguntungkan atau tidak. Bila produk belum berhasil diterima oleh masyarakat, maka perlu dilakukan evaluasi dan memperbaikinya sehingga produk dapat bisa berkembang. Jika produk sudah diterima masyarakat, maka pengurangan biaya promosi bisa mulai dilakukan karena banyak masyarakat yang telah mengetahui informasi produk tersebut. Jadi pada tahapan ini usaha promosi tidak seagresif sebelumnya, yang perlu difokuskan adalah peningkatan kualitas produk serta pelayanan kepada konsumen. Perlu diperhatikan, di tahapan ini juga akan muncul persaingan.

  • Tahapan Kedewasaan (Maturity Process)

Pada tahapan yang ketiga ini, produk sudah berada pada siklus yang stabil dari segi penjualan, keuntungan, kualitas, bahkan persaingan dengan kompetitor. Saat di mana siklus hidup produk sudah mulai stabil, di saat yang sama akan mulai muncul pesaing-pesaing baru yang hadir dengan produk serupa, tetapi lebih baik atau lebih murah. Pada tahap ini perlu penguatan pada promosi dan kualitas barang agar tetap bisa memaksimalkan target penjualan.

  • Tahap Kemunduran (Decline)

Pada tahap akhir, produk mulai mengalami penurunan dari permintaan, angka penjualan, dan keuntungan karena fungsinya yang sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan konsumen, atau hadirnya produk lain yang jauh lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Jika sudah di tahapan ini, maka harus bersiap untuk memprediksi ke mana arah pasar bergerak dan melakukan modifikasi produk atau menghadirkan inovasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Meskipun begitu, perusahaan dengan merek yang kuat akan tetap menghasilkan profit hingga akhir karena mereka telah sukses mendiferensiasikan produknya.

Sebagai pengusaha, penting untuk memiliki kepekaan dalam melihat perubahan kebutuhan pasar. Suatu produk tidak akan bisa bertahan selama-lamanya di pasar karena akan selalu ada kompetitor yang berusaha untuk mengambil alih pasar dan adanya perubahan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengikuti kebutuhan pasar dan selalu melakukan inovasi produk agar tidak kalah dalam persaingan.

Article is not found
Article is not found