Dukung Pertumbuhan UMKM Indonesia, GoTo Gelar Konferensi Maju Digital 2022

3 months ago | Sobat Pajak
article-sobat-pajak

Indonesia - Setelah sukses menggelar acara KoMD atau Konferensi Maju Digital pada tahun 2021, kini GoTo atau grup perusahaan raksasa yang menaungi bisnis start-up di Indonesia yakni Gojek dan Tokopedia serta GTF (GoTo Financial) akan kembali menggelar acara tersebut untuk para pelaku usaha UMKM.

Kesuksesan yang di raih GoTo pada tahun lalu, yang mana berhasil membantu belasan ribu pelaku usaha UMKM menjadikan GoTo untuk kembali mengadakan acara tersebut. Di tahun 2022 ini, KoMD mengusung tema yang selaras dengan misi pemerintah dalam KTT G20 dalam meningkatkan daya saing bagi para pelaku usaha UMKM, tema tersebut adalah ‘Transformasi Usaha Digital dan Ramah Lingkungan’. Acara ini akan diisi oleh sejumlah pakar atau orang yang ahli dari berbagai bidang sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman, berdiskusi bersama, hingga memberikan beberapa pelatihan khusus kepada UMKM dalam mengembangkan bisnisnya terlebih dalam transformasi digital.

Chief of Corporate Affairs Grup GoTo Nila Marita menyampaikan bahwa gelaran ini diadakan sebagai upaya dalam membantu meningkatkan kemajuan mitra UMKM melalui program edukasi serta pemberdayaan keberlanjutan. Telah tercatat sebanyak 15 juta mitra usaha, lalu 2,6 juta mitra pengemudi, dan 67 juta pengguna aplikasi yang bertransaksi. Selain itu, pada ekosistem digital GoTo yang berkontribusi sekitar 2% pada PDB Indonesia. Pencapaian tersebut tentunya tidak lepas dari campur tangan para pelaku usaha UMKM sebagai penggerak sektor rill ekonomi di tanah air.

Sebagai informasi, KoMD sendiri merupakan salah satu konferensi UMKM nasional terbesar yang diselenggarakan Grup GoTo dalam mendukung kapasitas pelaku usaha UMKM Indonesia melalui berbagai inovasi, strategi serta solusi teknologi, sehingga para pelaku usaha UMKM dapat terus beradaptasi dengan perkembangan global dalam dunia usaha masa kini. Seperti yang kita ketahui, bahwa UMKM di Indonesia hingga saat ini telah menjadi backbone atau tulang punggung prekonomian Indonesia.

Article is not found
Article is not found