Pemerintah Dongkrak Kredit untuk UMKM

2 months ago | Johan Budi
article-sobat-pajak

Indonesia - Usaha mikro, kecil, dan menengah adalah istilah umum dalam ilmu ekonomi dunia yang digunakan untuk menyebut usaha produksi ekonomi yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha menurut kriteria yang ditentukan oleh Undang-Undang No. 20 tahun 2008.

Pemerintah berupaya melakukan mitigasi pada dampak tingginya inflasi global dan domestik terhadap pertumbuhan kredit atau hibah segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kelompok Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Suminto mengatakan, upaya tersebut telah dilakukan pemerintah melalui berbagai dukungan anggaran atau program stimulus dalam APBN.

Dua pilar stimulus pemerintah untuk mendongkrak kinerja keuangan segmen UMKM dalam menghadapi risiko inflasi yang tinggi adalah Program Kredit Korporasi Rakyat atau program KUR dan Program Keuangan Mikro UMi.

Tercatat hingga Agustus 2022, capaian penyaluran KUR mencapai Rp 218 triliun, 58% dari target yang direncanakan, dan capaian kumulatif pendanaan UMi mencapai Rp 22 triliun. Sementara itu, Anggota XI Komite DPR RI, Misbakhun menegaskan, kombinasi kebijakan yang tepat saat ini memang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan UMKM melalui akses sumber daya keuangan yang utama.  Menurut Misbakhun Sinergi, diperlukan juga koordinasi antara sektor fiskal, moneter, dan keuangan, dikarenakan hal ini merupakan aset yang sangat besar.

Setiyarta, Head of Small Business Sales BRI, mengatakan berbagai stimulus terkait dana belanja pemerintah telah mendukung bisnis pialang perusahaan. Misalnya, untuk KUR, dari pagu KUR 373,17 triliun pada 2022, bank dengan kode emiten BBRI akan mendapat pagu Rp 260 triliun untuk disalurkan ke pelaku UMKM.

Menurut Setiyarta, berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sangat mendukung dalam proses stimulus tersebut, itulah mengapa pemerintah memberikan dampak dalam hal tersebut.

Oleh karena itu, ia menambahkan insentif pemerintah pun akan segera kita gunakan untuk mensinergikan tujuan daripada insentif untuk menjangkau masyarakat. Alokasi kredit perseroan yang fokus pada segmen UMKM selalu lebih kuat dalam merespons kenaikan inflasi, yang dibuktikan dengan portofolio kredit yang kuat.

Article is not found
Article is not found