Mengenal Model Bisnis B2B, B2C, dan C2C

3 months ago | Johan Budi
article-sobat-pajak

Indonesia - Sebelum memutuskan untuk menjalankan suatu bisnis online maupun konvensional, tentunya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan terlebih dulu agar bisnis Anda bisa berjalan dengan lancar dalam waktu jangka panjang, salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah menentukan model bisnis yang ingin diterapkan. Saat ini banyak jenis model bisnis yang bisa diaplikasikan oleh para pemilik bisnis untuk menjalankan bisnis mereka, beberapa diantaranya adalah bisnis B2B (business-to-business), bisnis B2C (business-to-customer), atau bisnis C2C (customer-to-customer).

Bisnis B2B (business to business)

Bisnis B2B atau business to business adalah bentuk transaksi produk atau jasa terjadi antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lainnya Sederhananya, transaksi jual-beli produk ataupun jasa di bisnis B2B tidak ditujukan untuk konsumen atau pelanggan, melainkan menargetkan bisnis lain sebagai pelanggan sehingga mereka biasanya menawarkan bahan mentah daripada menjual barang jadi.

Karakteristik model bisnis B2B adalah sebagai berikut:

  • Transaksi biasanya dilakukan antar pemilik bisnis
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama dikarenakan prosedur yang cukup kompleks dan terdiri dari beberapa tahapan
  • Transaksi bisnis B2B berlaku hingga jangka panjang dan ditandai dengan adanya kesepakatan bisnis antara kedua belah pihak
  • Bisnis B2B juga mendapatkan keuntungan berupa relasi atau hubungan kerja sama dengan bisnis lain

Bisnis B2C (business to customer)

Bisnis B2C atau business to customer adalah salah satu jenis bisnis yang populer dan cukup diterapkan oleh berbagai pemilik bisnis online maupun konvensional. Konsep bisnis B2C ini pasti sudah sering kamu jumpai sehari-hari seperti berbelanja di toko retail, makan di restoran/warung, atau mencuci pakaian di toko laundry.

Berbeda dengan bisnis B2B yang menargetkan produk untuk industri, bisnis B2C merupakan jenis model bisnis yang menjual produk ataupun jasa kepada pelanggan secara langsung tanpa adanya perantara. Selain itu model bisnis B2C memudahkan penjual dan pelanggan untuk melakukan transaksi jual-beli dengan praktis dan efektif.

Karakteristik model bisnis B2C adalah sebagai berikut:

  • Informasi terkait produk yang ditawarkan terbuka untuk umum
  • Pelanggan menjadi pengguna akhir (end user) dari produk yang dijual.
  • Memiliki prosedur yang lebih sederhana dan terbuka untuk umum sehingga tidak ada kesepakatan bisnis.
  • Bisnis B2C memiliki lebih banyak pesaing seiring dengan meningkatnya demand (permintaan) oleh pelanggan di pasar.

Bisnis C2C (customer-to-customer)

Perkembangan teknologi, khususnya internet, memunculkan jenis model bisnis C2C atau customer-to-customer yang merupakan jenis transaksi antar pelanggan. Jadi, model bisnis ini memungkinkan pelanggan untuk menjual kembali produk yang dibeli dari suatu bisnis ke pelanggan lainnya.

Transaksi bisnis C2C umumnya berlangsung secara online dan menggunakan perantara seperti marketplace atau e-commerce. Bisnis C2C juga cukup banyak diminati karena pelanggan bisa mendapatkan harga miring saat berbelanja dan penjual tidak perlu mengeluarkan banyak modal saat menjalankan bisnisnya.

Karakteristik model bisnis C2C adalah sebagai berikut:

  • Bisnis dijalankan oleh perorangan atau kelompok kecil.
  • Transaksi dilakukan dari pelanggan ke pelanggan, tanpa adanya produsen produk.
  • Transaksi bisnis C2C umumnya dilakukan menggunakan platform online seperti marketplace, forum, atau media sosial.

Akan tetapi, dikarenakan penjualannya yang melalui perantara atau pihak ketiga, pelanggan harus berhati-hati saat transaksi di toko online yang menggunakan model bisnis C2C agar terhindar dari penipuan.

Article is not found
Article is not found