Memahami Apa itu Tagline untuk Bisnis

3 months ago | Johan Budi
article-sobat-pajak

Indonesia - Dalam strategi pemasaran, tagline bukan hanya sekedar slogan, tapi juga menjadi identitas dan ciri khas sebuah produk. Tagline juga sering dilibatkan ke dalam proses promosi untuk menyampaikan keunikan merek atau perusahaan tersebut secara langsung, sehingga efektif untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumennya.

Fungsi Tagline

Umumnya, tagline dibuat agar bisa meningkatkan brand awareness dari suatu usaha dan juga bisa menarik konsumen agar membeli produk yang dijual. Namun, tagline juga memiliki fungsi lain, seperti:

  • Memperkuat Identitas Usaha

Tagline menjadi salah satu cara yang dapat digunakan untuk memperkuat identitas suatu brand. Adanya tagline bisa meningkatkan kesadaran terhadap sebuah merek atau brand sebuah perusahaan.

  • Positioning Market Size

Fungsi berikutnya berkaitan dengan positioning market size perusahaan dimana memudahkan konsumen untuk mengingat brand perusahaan saat membeli produk dari perusahaan tersebut.

  • Merepresentasikan Visi dan Misi sebuah Bisnis

Penggunaan tagline juga berfungsi untuk merepresentasikan visi dan misi perusahaan secara langsung melalui kalimat yang singkat.

  • Menjadi Nilai Keunikan 

Tagline juga berfungsi sebagai nilai pembeda atau pembanding dengan kompetitor yang ada di pasar yang sama. Tagline yang mudah diingat dan unik akan lebih mudah dikenal oleh pelanggan.

Jenis-Jenis Tagline

Jenis tagline dibagi menjadi 5 jenis dan tiap jenisnya digunakan dengan tujuan yang berbeda. Banyak perusahaan yang ingin menyampaikan makna dari produknya yang dijual melalui tagline itu sendiri. Berikut jenis-jenis tagline:

  • Tagline Deskriptif

Tagline deskriptif memberikan penjelasan pada suatu produk, sekaligus memiliki kandungan unsur keunggulan dari produk yang dipasarkan, sehingga membuat masyarakat percaya dengan keunggulan brand tersebut, contohnya “The World’s Local Bank” dari bank HSBC dan “Stamina Plus” dari Hemaviton

  • Tagline Imperatif

Tagline imperative cendetung lebih menegaskan pada aksi yang diawali dengan kata kerja untuk mengajak seseorang melakukan aksi yang berhubungan dengan produk atau jasa dari bisnis tersebut. Contohnya “LA Light, Enjoy Aja” dan “Santai, ada Sanken”

  • Tagline Spesifik

Tagline spesifik digunakan mengiklankan slogan dengan keunggulan khusus dari brand itu sendiri. Penggunaan tagline ini akan menimbulkan kesan bahwa brand tersebut yang paling unggul di antara para kompetitor lainnya. Contohnya adalah “Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro” dan “KFC Jagonya Ayam”

  • Tagline Superlative

Tagline Superlative hampir memiliki kemiripan dengan tagline spesifik, hanya saja mempunyai usnusr penegasan, sehingga terlihat lebih provokatif. Contoh “Jelas Lebih Enak” dari Kopi Kapal Api dan “Semakin di Depan” dari Yamaha.

  • Tagline Provokatif

Tagline provokatif memiliki unsur ajakan atau tantangan yang memancing logika serta emosi kepada publik. Beberapa tagline provokatif sering menggunakan tanda tanya di akhir tagline-nya. Contohnya, “Orang Pintar Minum Tolak Angin” dan “Oli kamu Top One Juga Kan?”,

Dalam berbisnis, tagline menjadi penting karena ikut membantu proses pemasaran. Selain berfungsi sebagai identitas sebuah bisnis, tagline juga mampu memperkuat merek dagang dari perusahaan tersebut. Tagline bahkan digunakan oleh banyak perusahaan besar sehingga produk mereka lebih dikenal oleh masyarakat. Jika perusahaan besar saja menggunakan tagline, maka sudah seharusnya perusahaan dengan skala lebih kecil juga ikut memakainya. Walaupun cara membuat tagline yang efektif itu memang tidak mudah, tapi hasil akhirnya bisa sesuai dengan yang diharapkan.

Article is not found
Article is not found