Isu Mengenai Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat

4 months ago | Johan Budi
article-sobat-pajak

Indonesia - Kabar harga mie instan naik 3 kali lipat mengagetkan warga Indonesia. Kabar mengenai kenaikan harga mie instan ini disampaikan oleh Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian (Mentan). Diketahui, kenaikan harga mie instan ini dikabarkan akan mengalami kenaikan 3 kali lipat. Hal ini merupakan dampak perang antara Rusia-Ukraina yang juga belum selesai. Sebagai salah satu makanan favorit orang Indonesia, tidak heran ketika ada isu harga mie instan akan naik 3 kali lipat membuat publik menjadi resah.

Rusia dan Ukraina merupakan negara penghasil gandum terbesar dunia, karena menyuplai sekitar 30-40 persen dari kebutuhan gandum dunia. Dalam situasi perang saat ini, gandum menjadi langka karena pasokan terhambat.

Namun, pernyataan dari Mentan itu ditepis oleh Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus (Franky) Welirang. Franky buka suara terkait isu kenaikan harga mi instan yang bisa mencapai 3 kali lipat. Ia mengatakan hal itu berlebihan. Untuk diketahui, salah satu merek mi instan yang dikeluarkan oleh Indofood ialah Indomie.

Franky menjelaskan, saat ini harga gandum internasional sudah berada di level tertingginya. Karena itu, ia menilai harga gandum tidak akan mengalami kenaikan lagi. Meski begitu, ia mengakui harga mi instan bisa saja mengalami kenaikan, tapi tak akan sampai 3 kali lipat. Sebab, harga gandum pun tak naik sebesar itu, bahkan tak mencapai 100%.

Menurut Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, pernyataan Mentan bertujuan untuk memberi semangat agar masyarakat tidak bergantung pada terigu saja karena Indonesia memiliki pilihan bahan baku lain, seperti ketela, singkong, hingga sagu. Walau begitu, Zulkifli membenarkan kalau harga terigu yang berbahan baku gandum memang naik. Namun, ia optimistis harganya akan kembali turun pada September hingga Oktober mendatang seiring membaiknya panen komoditas itu di sejumlah negara, seperti Australia, Kanada, dan Amerika. Selain itu, ia juga menambahkan Ukraina sudah bisa mengekspor gandum, sehingga harga komoditas itu akan turun pada September mendatang.

Article is not found
Article is not found