|
presentationMitra Resmi

Pengertian Liabilitas dalam Akuntansi

Johan Budi, 15 days ago
article-sobat-pajak

Indonesia - Liabilitas merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh perusahaan dengan cara mengeluarkan sejumlah dana atau sumber daya ekonomi kepada pihak yang bersangkutan. Pihak tersebut bisa saja berbentuk perorangan, perusahaan lainnya, bank, koperasi maupun lembaga keuangan lainnya. Sederhananya, menurut catatan akuntansi liabilitas merupakan utang.

Mengapa perusahaan mempunyai liabilitas? Hal ini karena berkaitan dengan jumlah aset yang dimiliki. Apabila suatu perusahaan memiliki aset yang tidak cukup banyak, maka mereka mengambil liabilitas agar usahanya dapat berkembang jauh lebih maksimal. Selain itu, utang juga memiliki pengaruh terhadap pengurangan pajak penghasilan (PPh) karena pajak yang dikenakan perusahaan merupakan pajak dari penghasilan yang dikurangi dengan utang yang dimiliki.

Karakteristik Liabilitas

Karakteristik yang dimiliki liabilitas adalah sebagai berikut:

  • Keseluruhan pinjaman yang digunakan baik yang didapat baik dari perorangan atau bank harus dibayarkan berdasarkan kesepakatan yang sudah ditentukan
  • Segala bentuk kewajiban yang harus diselesaikan kepada pihak lain, baik dengan pertukaran aset, pemberian layanan, transfer uang tunai maupun kegiatan lain yang memberi manfaat ekonomi dalam periode yang telah ditentukan sesuai kesepakatan
  • Sebagai kejadian atau transaksi yang telah terjadi sehingga mewajibkan entitas.
  • Bentuk tanggung jawab entitas pada pihak lain, baik yang meninggalkan kebijakan ataupun tidak dalam menghindari upaya penyelesaian.

Jenis Liabilitas

Secara garis besar, ada dua jenis liabilitas, yaitu liabilitas jangka panjang dan liabilitas jangka pendek. Penjelasan lengkap tentang keduanya adalah sebagai berikut:

  • Liabilitas Jangka Panjang (Long Term Liabilities)

Liabilitas jangka panjang merupakan kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan dalam jangka panjang. Jangka waktu yang ditentukan untuk pembayaran kewajiban tersebut diperkirakan berlangsung lebih dari satu tahun. Liabilitas jenis ini dapat disebut juga sebagai utang tidak lancar, karena perusahaan tidak dapat membayarkan kewajiban ini kurang dari periode satu tahun.

Contoh liabilitas jangka panjang, utang bank, utang hipotik, utang obligasi, kredit noveltasi, utang subduersi, utang pemegang saham, utang sewa, maupun pinjaman dana tunai.

  • Liabilitas Jangka Pendek (Short Term Liabilites)

Liabilitas jangka pendek adalah kewajiban perusahaan yang pembayarannya kurang dari setahun, misalnya per bulan, per kuartal, atau per semester. Istilah lain untuk menyebut liabilitas ini adalah utang lancar, karena perusahaan perlu membayarkannya beberapa kali dalam satu tahun.

Istilah lain untuk menyebut liabilitas ini adalah utang lancar, karena perusahaan perlu membayarkannya beberapa kali dalam satu tahun. Beberapa contoh dari jenis liabilitas lancar ini, seperti kredit rekening koran, tagihan listrik, tagihan air, cicilan mesin, dan pajak penghasilan (PPh).

Cara Menganalisis Liabilitas

Liabilitas menjadi sebuah indikator kesehatan finansial suatu perusahaan. Apabila liabilitas lebih besar daripada ekuitas, maka artinya sebagian besar aset perusahaan terbiayai oleh modal dari pinjaman. Kondisi seperti ini tentunya tidak sehat untuk perusahaan. Cara untuk melakukan anaisis liabilitas perusahaan sebagai berikut:

  • Rasio Utang terhadap Aset (Debt to Asset)

rasio ini untuk menghitung sejauh mana utang dapat ditutupi oleh aset (aktiva) perusahaan. Semakin kecil angkanya maka semakin aman.

  • Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt to Equity)

Rasio ini menunjukkan seberapa besar jumlah hutang dengan perbandingan modal usaha. Disarankan besar hutang tidak melebihi nilai modal itu sendiri. Semakin kecil perhitungan rasio ini, maka semakin sehat keadaan keuangan perusahaan.

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa liabilitas bukanlah sesuatu yang buruk bagi perusahaan, justru menjadi salah satu kunci menuju kesuksesan. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah tetap menjaga besar liabilitas agar tidak melebihi kemampuan bayar perusahaan. Sebab tujuan awal dari liabilitas adalah agar bisa mengembangkan usaha, bukan membuatnya bangkrut karena utang.

Article is not found




footer-sobat-pajak