Pemasaran dan Penggunaan QRIS

7 months ago | Johan Budi
article-sobat-pajak

Indonesia - Saat ini sudah banyak pengusaha yang menyediakan pembayaran menggunakan QRIS. Bahkan jumlah penggunaanya meningkat cukup signifikan pada tahun 2020 dimana meningkat hingga 3,64 juta merchant.

QRIS yang merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard merupakan penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS ini merupakan standar kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia.

QR Code sendiri adalah sebuah kode matriks dua dimensi, terdiri atas penanda tiga pola persegi pada sudut kiri bawah, sudut kiri atas dan sudut kanan atas, memiliki modul hitam berupa persegi, titik atau piksel, dan memiliki kemampuan menyimpan data alfanumerik, karakter dan simbol.

Manfaat QRIS

QRIS ini tentunya tidak hanya menguntungkan pihak konsumen saja, namun tentunya juga mempermudah para pemilik merchant terutama para pelaku UMKM. Dengan adanya QRIS ini tentunya para konsumen diberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran. Para konsumen tidak perlu repot membawa uang tunai, hanya perlu menggunakan smartphone yang mereka bawa setiap saat. Apalagi di tengah pandemi, pemerintah menghimbau agar masyarakat menggunakan uang digital agar mencegah penyebaran virus.

Di sisi lain, para pemilik merchant tentunya juga mendapatkan keuntungan dengan adanya penggunaan QRIS untuk pembayaran. Berikut beberapa manfaat QRIS bagi merchant:

  • Penjualan berperluang mengalami peningkatan karena menerima pembayaran berbasis QR apapun
  • Mengurangi biaya untuk pengelolaan kas
  • Terhindar dari uang palsu
  • Riwayat transaksi tercatat otomatis
  • Membangun informasi credit profile untuk mempermudah mendapatkan kredit kedepannya
  • Memudahkan rekonsiliasi dan berpotensi mencegah tindak kecurangan dari pembukuan transaksi tunai.

Jenis Pembayaran QRIS

Terdapat beberapa jenis pembayaran menggunakan QRIS, berikut adalah jenis-jenisnya:

  • Merchant Presented Mode (MPM) Statis

Jenis pembayaran ini paling umum dan paling mudah digunakan untuk para pengusaha karena pengusaha hanya perlu memajang sticker atau print-out QRIS. Pengguna hanya melakuk​an scan, masukkan nominal, masukkan PIN dan klik bayar. Notifikasi transaksi langsung diterima pengguna ataupun merchant. Jenis pembayaran ini cocok untuk para pelaku UKM.

  • Merchant Presented Mode (MPM) Dinamis

QR dikeluarkan melalui suatu device seperti mesin EDC atau smartphone. Pengusaha harus me-masukkan nominal pembayaran terlebih dahulu, kemudian pelanggan akan melakukan scan QRIS yang tampil atau tercetak di selembar struk. Untuk jenis QRIS ini cocok untuk pengusaha skala menengah dan besar atau dengan volume transaksi tinggi.

  • Customer Presented Mode (CPM)

Pelanggan cukup menunjukkan QRIS yang ditampilkan dari aplikasi pembayaran pelanggan agar discan oleh pemilik merchant. Untuk jenis pembayaran ini cocok untuk merchant yang membutuhkan kecepatan transaksi tinggi seperti penyedia transportasi, parkir dan ritel modern.

Cara Mendapatkan QRIS untuk Merchant

Berdasarkan situs website dari Bank Indonesia, berikut adalah cara mendapatkan QRIS untuk pemilik merchant:

  • Apabila belum memiliki akun, buka terlebih dahulu dengan datang ke kantor cabang atau mendaftar online pada salah satu PJSP penyelenggara QRIS yang berada terdaftar ​disini.
  • Melengkapi data usaha dan dokumen yang diminta oleh PJSP tersebut.
  • Tunggu proses verifikasi, pembuatan Merchant ID dan pencetakan kode QRIS oleh PJSP.
  • PJSP akan mengirimkan sticker QRIS.
  • Install aplikasi sebagai merchant QRIS.
  • PJSP melakukan edukasi kepada merchant mengenai tata cara menerima pembayaran.
Article is not found
Article is not found