Fungsi Benchmarking dalam Berbisnis

7 months ago | Johan Budi
article-sobat-pajak

Indonesia - Benchmarking menjadi istilah yag umum digunakan dalam dunia bisnis dalam hal membandingkan sesuatu. Kata benchmark ini berasal dari bahasa Inggris

Secara umum, benchmarking adalah diartikan sebagai suatu standar yang dimanfaatkan sebagai pembanding antara satu hal dengan lainnya yang sejenis.

Dalam ilmu manajemen, benchmarking adalah upaya mengukur kebijakan perusahaan, meliputi produk, program, strategi, dan hal lain dengan cara membandingkannya dengan kompetitor perusahaan tersebut. Hal tersebut dilakukan supaya mendapat informasi seputar apa saja yang perlu diperbaiki guna meningkatkan performa perusahaan.

Melihat penjelasan tersebut, maka benchmarking adalah salah satu cara yang bagus dalam menilai performa layanan, produk, atau proses suatu perusahaan agar ke depannya bisa menjadi lebih baik lagi.

Fungsi Benchmarking untuk Bisnis

Berikut beberapa fungsi benchmarking dalam bisnis:

  1. Menetapkan Tujuan Bisnis yang Jelas

Untuk menentukan tjuan bisnis bisa melalui benchmarking. Dengan memahami bagaimana kompetisi berhasil dengan produknya akan memberi wawasan penting yang memungkinkan membuat tujuan terukur menuju kesuksesan, mengembangkan strategi inovatif untuk memberi dampak, dan memantau kemajuan perusahaan dari waktu ke waktu.

  1. Membantu Meningkatkan Penjualan

benchmarking menjadi salah satu cara untuk menyusun strategi bisnis. Strategi bisnis yang tepat dapat meningkatkan penjualan secara efektif dan signifikan. Melakukan benchmarking akan membantu memahami bagaimana kinerja dan performa perusahaan sendiri dengan kompetitor. Dengan ini, pengusaha dapat menganalisis bagaimana performa penjualan kompetitor dan bagaimana cara meningkatkannya.

  1. Memotivasi Karyawan

Membandingan kinerja karyawan dengan karyawan lain yang berasal dari perusahaan sejenis dalam bisnis juga memberikan peluang besar untuk meremajakan karyawan dan meningkatkan motivasi dan kontribusi mereka secara keseluruhan kepada organisasi. Tolak ukur dalam meningkatkan motivasi karyawan adalah tes tolok ukur yang mengevaluasi tingkat kompetisi masing-masing departemen. Kemudian membandingkan hasilnya dengan departemen dalam organisasi perusahaan sendiri atau perusahaan lain.

Selain itu, perusahaan juga harus menerapkan program pengakuan atau penghargaan untuk memastikan karyawan diakui atas upaya mereka dan tetap termotivasi.

  1. Meningkatkan Kualitas Produk

Pengusaha dapat menuggunakan benchmarking untuk mengukur bagaimana kualitas produk sendiri dengan kompetitor. Misalnya menganalisis bagaimana apa yang berbeda dengan produk kompetitor dan bagaimana cara mengunggulinya.

  1. Membantu Menemukan Inovasi

Benchmarking dapat membantu perusahaan memberikan peluang untuk menemukan inovasi baru. Dengan Melakukan tolok ukur, memungkinkan perusahaan mengidentifikasi apa yang perlu ditingkatkan agar perusahaan setara dengan pertumbuhan dan kesuksesan organisasi lain dalam industri yang sejenis.

Article is not found
Article is not found