|
presentationMitra Resmi

Analisis Usaha Menggunakan Rasio Keuangan

Johan Budi, 11 days ago
article-sobat-pajak

Indonesia - Analisis rasio keuangan menjadi metode analisis yang sangat berguna bagi manajemen dan para investor. Melalui analisis ini, pihak manajemen bisa mengetahui keputusan apa yang harus diambil untuk masa depan perusahaannya dan investor bisa mengetahui besar investasi yang akan ditanamkan.

Analisis rasio keuangan (financial ratio analysis) adalah metode analisis mengukur kinerja perusahaan berdasarkan data yang terdapat dalam laporan keuangan seperti laporan neraca, laba rugi, dan arus kas dalam satu periode tertentu.

Metode analisis ini sangat umum digunakan oleh manajemen perusahaan dan investor dalam mengambil keputusan.

Fungsi Analisis Rasio Keuangan

Selain menjadi dasar pengambilan keputusan untuk pihak pemangku kepentingan (stakeholder), analisis rasio keuangan juga memiliki manfaat lainnya, yaitu:

  • Mengukur seberapa efektif strategi perusahaan yang diterapkan agar bisa membangun keunggulan kompetitif
  • Sebagai bahan analisis kekuatan perusahaan dan kemampuan daya saing dengan kompetitor
  • Sebagai bahan referensi audit internal yang terjadi pada perusahaan
  • Menilai tingkat kinerja perusahaan dalam suatu periode tertentu
  • Menentukan nilai kewajaran keuntungan perusahaan
  • Sebagai keputusan pendukung bagi investor dalam memilih perusahaan untuk diinvestasikan

Jenis – Jenis Rasio Keuangan

Umumnya terdapat empat jenis rasio yang digunakan. Berikut jenis-jenis rasio tersebut adalah:

1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

Rasio likuiditas berfungsi untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya melunasi hutang jangka pendek. Rasio likuiditas ini terbagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Rasio lancar (Current Ratio) untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban lancarnya.
  • Rasio cepat (Quick Ratio) untuk memprediksi seberapa cepat kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya baik itu jangka pendek maupun jangka panjang.
  • Kas ratio (Cash Ratio) digunakan sebagai perbandingan antar kas dan aktiva lancar dengan kewajiban lancar

2. Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)

Rasio Profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan bisnisnya.

  • Margin laba kotor (Gross Profit Margin) untuk mengukur persentase antara laba kotor dengan penjualan. Semakin besar persentase yang dihasilkan, maka semakin sehat keadaan keuangan perusahaan.
  • Margin Laba Bersih (Net Profit Margin) untuk mengetahui rasio perbandingan laba bersih setelah dikurangi semua biaya dan pengeluaran terhadap penjualan.
  • Operating Income Ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba melalui kegiatan operasional sebelum bunga dan pajak dari penjualan.
  • Return on Investment (ROI) untuk menganalisis kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba terhadap investasi yang dilakukan.
  • Return on Equity, berguna untuk mengukur kemampuan perusahaaan dalam mendapatkan laba bersih berdasarkan ekuitas.

3. Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)

Rasio solvabilitas berguna untuk mengukur bagaimana tingkat pengelolaan sumber dan memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Terdapat dua jenis untuk rasio ini, yaitu:

  • Rasio Utang terhadap Aktiva (Total Debt to Asset Ratio), rasio ini untuk menghitung sejauh mana utang dapat ditutupi oleh aktiva perusahaan. Semakin kecil angkanya maka semakin aman.
  • Rasio Utang terhadap Ekuitas (Total Debt to Equity Ratio), rasio ini menunjukkan seberapa besar jumlah hutang dengan perbandingan modal usaha. Disarankan besar hutang tidak melebihi nilai modal itu sendiri. Semakin kecil perhitungan rasio ini, maka semakin sehat keadaan keuangan perusahaan.

4. Rasio Aktivitas (Activity Ratio)

Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

  • Perputaran Persediaan (Inventory Turnover), rasio ini berfungsi untuk mengukur kualitas dan efisiensi perusahaan mengelola persediaan untuk menghasilkan penjualan dalam satu periode
  • Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Asset Turnover), rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan penjualan dari pemanfaatan aktiva tetap, seperti bangunan, peralatan, dan lain-lain.
  • Perputaran Piutang (Receivable Turnover), digunakan untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam mengelola piutang. Angka ini menunjukkan berapa kali perusahaan melakukan tagihan atas piutangnya dalam suatu periode tertentu.
  • Perputaran Aktiva Total (Total Asset Turnover), rasio untuk mengukur seberapa baik perusahaan memanfaatkan semua aktivanya untuk menghasilkan penjualan.

Dengan memanfaatkan analisis rasio keuangan ini dalam berbisinis, perusahaan bisa mengetahui seberapa baik kinerjanya dalam berbisnis. Perusahaan juga bisa mengetahui dimana letak permasalahan keuangan yang mereka hadapi dengan analisis rasio ini.

Article is not found




footer-sobat-pajak