|
presentationMitra Resmi
  • Artikel
  • Artikel Sobat Pajak
  • DJP: UMKM Dengan NPWP Baru Bisa Mendapatkan Insentif PPh Final

    Dode Surya , 15 days ago

    Indonesia - Jika saat ini anda memiliki usaha disektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), tetapi belum memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Ayo, buruan daftarkan NPWP , tak sulit dan tak butuh waktu yang lama kok. Saat ini bisa daftar secara Online, jadi tidak perlu khawatir harus menunggu lama-lam di kantor pajak. Cukup stay focus in your business. Silahkan siapkan persyaratan yang diperlukan, yaitu: Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk), Fotokopi SKU (Surat Keterangan Usaha) dari kelurahan ataupun Instansi yang berkaitan dengan bidang usaha yang dijalankan, Fotokopi KK (Kartu Keluarga) jika yang mendaftar adalah sebagai istri ya, Selanjutnya mengisi Blangko formulir pernyaytaan usaha yang ditandatangani di atas materai Rp.6000 dan Jangan lupa mengisi blangko formulir pendaftaran NPWP yang sudah tersedia. Bisa dengan mengakses situs ini ya https://ereg.pajak.go.id ,jika data sudah sesuai, pihak KPP terdaftar akan mengirimkan NPWP fisik via POS, selamat mencoba…

    Sudah saatnya sih, pelaku UMKM wajib memiliki NPWP di era sekarang. Jadi tidak hal yang perlu ditakuti, pemerintah selalu berupaya memberikan kebijakan yang baik demi kepentingan bersama, ibaratnya kupu-kupu dan bunga, adanya simbiosis mutualisme, saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan hehehe. NPWP juga dapat digunakan para pelaku UMKM dalam mengajukan peminjaman modal Kredit Usaha Rakyat. Untuk tariff yang dikenakan juga tidak besar-besar amat hanya dikenakan Tarif PPh Finasl sebesar 0,5% x Omzet dalam sebulan. Oiyaa, untuk omzet tidak melebihi Rp.4,8 miliar per tahun yaa.

    Beberapa kemudahan dan keuntungan yang dapat dirasakan:

    Pertama, perhitungan, pembayaran dan pelaporan sangat mudah dan sederhana. Dari segi perhitungan karena bersifat final, hanya menjumlahkan peredaran bruto sebulan dikalikan tarif. Cara bayar dan lapornya, cukup menggunakan aplikasi di ponsel kalian, aplikasi recommended yaitu Sobat Pajak. Mudah, bukan?

    Kedua, Bisa juga mengurangi beban pajak para pelaku UMKM tersebut. Dengan dikenakan tariff yang murah, sisa omset bersih setelah dipotong pajak dapat digunakan pengusaha dalam mengembangkan usahanya lebih besar lagi.

    Ketiga, UMKM bisa naik kelas, ciee udah kayak anak sekolahan. Dalam artian begini, ketika sudah bisa menyusun laporan keuangan secara rapi, patuh membayar pajak, dapat menjadi jalan mereka untuk mengakses permodalan lewat bank dalam mengembangkan usahanya.

    Ditambah, baru saja pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yaitu PMK 44/2020 tentang Insentintif pajak untuk WP terdampak pandemic Covid-19 ditetapkan tanggal 27 April 2020. Melalui Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Direktorat Jendral Pajak, Hestu Yoga menjelaskan “insentif PPh final Ditanggung Pemerintah (DTP) tidak hanya berlaku bagi wajib pajak UMKM yang selama ini sudah terdaftar, UMKM yang mendaftar sekarang, kemudian meminta surat keterangan PP 23/2018, maka yang bersangkutan berhak untuk memanfaatkan insentif PPh final 0,5% ini.” ungkapnya (13/5/2020). Permohona Surat Keterangan PP 23/2018 ini bisa diajukan secara online melalui situs www.pajak.go.id. Pihak DJP akan melakukan pengecekan atas permohanan yang diajukan. Apabila sudah memenuhi kriteria dalam PP 23/2018 maka SK yang diterbitkan oleh Kepala KPP terdaftar atas nama Dirjen Pajak. Dengan berisikan keterangan bahwa wajib pajak dikenai PPh berdasarkan PP 23/2018 melalui situs tersebut. Kebijakan insentif PPh final DTP ini berlaku selama 6 bulan terhitung dari masa pajak April Hingga Masa Pajak September 2020.

    Dengan adanya kebijakan insentif bagi UMKM, diharapkan tidak hanya sebagai cara DJP dalam membantu Dunia Usaha. Namun juga sebagai sarana dalam mengedukasi yang diluar kelas untuk mau mulai melaksanakan Kewajiban Pajak tanpa beban pajak yang haru ditanggung dalam bebarapa waktu ke depan. Bagaimana, sudah mengerti? 

    Article is not found