|
presentationMitra Resmi
  • Artikel
  • Artikel Sobat Pajak
  • Penghitungan dan Ketentuan Terkait Pegawai Tidak Tetap

    Gusti Ayu Sidney, 4 months ago

    Indonesia - Pada bahasan kali ini akan membahas tatacara perhitungan dan ketentuan terkait status kepegawainnya. Kali ini kita akan membahas salah satu katagori dari jenis pegawai yaitu pegawai tidak tetap.

    Apakah yang Dimaksud Dengan Pegawai Tidak Tetap?

    Dari pengertiannya menurut peraturan Direktur Jenderal Pajak (DJP) melalui PER 16/PJ/2016 dapat diartikan bahwa pegawai tidak tetap/tenaga kerja lepas adalah pegawai yang menerima penghasilan jika bekerja yang dihitung berdasarkan jumlah hari dan besarnya jumlah unit maupun penyelesaian akan suatu pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Bentuk penghasilan yang diterima biasa disebut dengan upah baik satuan, harian, mingguan maupaun borongan yang umumnya dibayarkan mengunakan system bulanan.

    Ketentuan Terkait Pegawai Tidak Tetap

    Terkait pemotongan pajak antaar pegawai tidak tetap dengan pegawai tetap terdapat perbedaan dalam perhitungan PPh 21nya, berikut dapat dijabarkan terkait ketentuan khusus tersebut:

    1. Jika penghasilannya belum melebihi 300.000 maka tidak terdapat pemotongan pajak PPh 21 namun jika melebihi 450.000 dalam sehari maka dapat dikurangkan dari penghasilan bruto

    2. Jika mendapatkan penghasilan kumulatif dalam sebulan (1 bulan kalender) melebihi 4.500.000 maka dapat dikurangkan dari penghasilan bruto

    3. Penghasilan yang diterima biasanya disebut upah yang pembayarannya dapat mingguan, satuan atau borongan untuk setiap hari kerja yang digunakan

    4. PTKP dalam seharinya di hitung dari PTKP pertahun 54.000.000 di bagi dengan 360 hari

    5. Jika menerima tunjangan berupa JHT maka iuran yang dibayarkan sendiri dapat dikurangkan dari penghasilan bruto

    Contoh Dari Perhitungan Pegawai Tidak Tetap

    Bapak Bagus bekerja pada perusahaan elektronik Sepatu dan hanya bekerja 20 hari kerja dan upah sehari yang diterima adalah Rp 200.000. Bapak Bagus menikah tetapi belum memiliki anak.

    Penghitungan PPh Pasal 21

    Upah Januari 2020 = 20 x Rp250.000 = Rp 5.000.000

    Penghasilan neto setahun = 12 x Rp5.000.000 =                Rp 60.000.000

    PTKP (K/-) adalah sebesar

    - Untuk WP sendiri                    Rp 54.000.000

    - Tambahan karena menikah       Rp 4.500.000

    Rp 58.500.000

    Penghasilan Kena Pajak                                                    Rp 1.500.000

    PPh Pasal 21 setahun adalah sebesar:

    5% x Rp 1.500.000 = Rp 75.0000

    PPh Pasal 21 sebulan adalah sebesar:

    Rp 75.000 : 12 = Rp 6.250

    Jadi, besarnya pajak terutang dari Bapak Bagus adalah Rp. 6.250.

    Dari perhitungan tersebut dapat dikatakan jika pegawai tidak tetap akan menerima penghasilan jika bekerja berdasarkan jumlah hari bekerja atau jumlah unit yang dihasilkan dari pekerjaan yang dilakukan.

    Article is not found